Select Menu

sponsor

sponsor
Select Menu

Favourite

SELAMAT HARI RAYA 'IDUL FITHRI 1437 H : TAQOBBALALLAHU MINNA WA MINKUM WA JA'ALANA MINAL 'AIDIN WAL FAIZIN

Layanan Kami

PELATIHAN

CERITA LAPANGAN

Berita GEMI

ARTIKEL GEMI

Gunung Kidul merupakan salah satu kabupaten di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang memiliki karakteristik pedesaan, bergunung-gunung, kering, dan kurang subur. Secara perekonomian, Gunung Kidul juga merupakan daerah dengan pendapatan per kapita paling rendah dengan mata pencaharian penduduk sebagian besar adalah petani lahan kering. Dengan hanya mengandalkan hasil usaha pertanian lahan kering dan luasan lahan tidak besar, setiap keluarga di Gunung Kidul tentu saja membutuhkan sumber penghidupan lain yang mampu memenuhi kebutuhan rumah tangga. Upaya  yang dilakukan umumnya adalah berdagang, menjadi buruh di kota, pengrajin, ataupun aktivitas usaha lainnya.
Anggota GEMI juga mewakili profil sebagian besar keluarga di Gunung Kidul, bahkan ada beberapa anggota yang  kehidupan sosial ekonominya jauh tertinggal dari kebanyakan rumah tangga di sekitarnya. Bahkan pada tahun 2015, GEMI memfasilitasi anggota dampingannya, seorang nenek dhuafa dan telah menjanda yang merawat beberapa cucunya yang ditinggalkan orang tuanya, untuk mendapatkan program bedah rumah dari BAZNAS. Program ini bertujuan untuk merekonstruksi rumah tidak layak huni menjadi rumah layak huni yang memenuhi persyaratan kesehatan bagi penghuninya. Anggota GEMI yang mendapat akses bantuan ini bernama Mbah Lamiyem. Mbah Lamiyem ini merupakan perempuan kepala keluarga yang tinggal dalam sebuah rumah yang lebih layak disebut gubug di pinggir hutan, karena rumah dan hartanya  telah tergadaikan untuk menutup hutang anaknya terhadap rentenir.
Mbah Lamiyem memiliki dua orang cucu, bahkan salah satunya seorang perempuan, berinisial YS , yang sudah mulai menginjak dewasa dan telah menikah di usia muda.  Di umur pernikahan yang masih seumur jagung, ternyata YS ditinggalkan suaminya, dan tidak ada kabar berita selama kurang lebih satu tahun. Dengan kondisi tanpa kepastian, YS memiliki keinginan untuk mengajukan gugat cerai kepada suaminya karena sudah tidak diberikan nafkah lahir dan batin. Akan tetapi, mengajukan gugat cerai bukanlah sebuah persoalan yang mudah bagi YS dan Mbah Lamiyem, semua itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit, padahal untuk mencukupi kehidupan sehari-hari saja dirasakan sudah begitu berat.
Melihat kondisi YS dan Mbah Lasiyem, Fasilitator (Pendamping) GEMI berupaya mencarikan solusi atas problem pernikahan YS. Setelah mendapatkan beberapa informasi terkait pengajuan gugat cerai bagi warga tidak mampu, Fasilitator GEMI mengajak YS ke Kantor Pengadilan Agama untuk berkonsultasi. Alhamdulillah, ternyata Pengadilan Agama memiliki program bantuan pembiayaan gugat cerai atau menggratiskan biaya gugat cerai bagi warga tidak mampu. Setelah melakukan proses pengajuan dan pengurusan kelengkapan administrasi, dalam tempo sekitar satu bulan, proses perceraian dapat dilakukan dan YS telah resmi bercerai dari suaminya.
Tidak lama setelah proses perceraian dan YS mulai mampu menata kehidupan barunya, di usianya menginjak 20 tahun, YS akhirnya melangsungkan ikatan janji pernikahannya yang kedua pada Kamis, 17 November 2016. Sebagai keluarga besar GEMI, kami hanya bisa mendoakan, ”Semoga pernikahanmu kali ini lebih menenangkan dan menentramkan hatimu serta penuh keberkahan. Aamiin...”.


C:\Users\USER\Downloads\WhatsApp Image 2016-11-17 at 19.12.47.jpeg
Kulon Progo, The Jewel of Java, adalah salah satu kabupaten di Propinsi D.I.Yogyakarta yang selain terkenal dengan makanan khas tradisionalnya yaitu geblek, juga menyuguhkan berbagai tempat wisata yang tidak kalah menarik untuk dikunjungi. Berbagai macam wisata ada di sini, mulai dari wisata air (pantai, waduk, air terjun, danau) hingga perbukitan seperti: bukit Kalibiru, kebun teh, puncak, gua-gua peninggalan zaman dahulu serta kebun buah naga dan lokasi sentra batik. Selain jaraknya dekat dengan Kota Jogja dan Kabupaten Bantul, kemudahan akses ke lokasi wisata juga mendukung. Sangat tepat pada tahun ini GEMI Kantor Bantul mengadakan wisata keluarga ke kabupaten tetangga ini.
Berawal dari aspirasi anggota GEMI yang menginginkan wisata bersama, Pengurus dan Manajemen sangat mengapresiasi hal tersebut hingga menjadi sebuah program kerja. Dengan cara menabung setiap minggunya, anggota dapat mengumpulkan dana untuk biaya wisata. Mulai dari Rp 2.000,00 per minggu, dalam satu tahun telah terkumpul kurang lebih Rp 100.000,00. Dengan jumlah nominal uang tersebut ternyata mampu mencukupi untuk mengunjungi beberapa destinasi wisata di Kulon Progo. Akhirnya, pada Minggu, 6 November 2016, telah dilaksanakan wisata keluarga GEMI Kantor Bantul, dengan menggunakan tiga bus, dengan jumlah peserta sebanyak 146 orang dewasa, tidak terhitung dengan anak-anak yang menjadi peserta tambahan.  
Berangkat pada pukul 08.15, tiga bus menuju ke destinasi pertama, yaitu Pantai Glagah 2 dan 1. Sesampainya di Pantai Glagah, para peserta dikumpulkan di pendopo pantai dengan acara perdana tukar menukar kado yang sudah disiapkan dari rumah masing-masing. Sesi pembukaan dikawal oleh Bapak Gaib A., sedangkan sambutan oleh Manajer GEMI Kantor Bantul Ibu Sudartini dan Ketua Koperasi GEMI Ibu Ekantini. Dalam sambutan Ibu Ekantini, beliau menyampaikan bahwa agenda ini bisa dimanfaatkan untuk saling bersilaturahim dan menambah saudara. Selain itu, beliau berpesan untuk selalu semangat dan terus berkarya. Di sesi pembagian dorprize, peserta diberi pertanyaan seputar GEMI dan diminta untuk memberikan kesan dan pesan selama menjadi anggota GEMI. Salah satu peserta mengemukakan bahwa, “Di GEMI kami selalu diajarkan untuk disiplin dan bertanggung jawab. Semoga ke depannya usaha kami semakin lancar dan maju dengan pembiayaan dari GEMI,” ujarnya dengan penuh semangat.
Di Pantai Glagah 1, peserta dapat menikmati keindahan laguna dan disediakan kapal atau sepeda kayuh untuk mengelilinginya. Selain itu karena Pantai Glagah memiliki ombak yang cukup tinggi, di pinggir pantai dipasang tetrapod untuk memecah ombak. Inilah salah satu keunikan dari Pantai Glagah yang tidak dimiliki oleh pantai lainnya. Setelah peserta puas menikmati wahana dan pemandangan yang ada, mereka berburu oleh-oleh khas pantai Glagah. Mulai dari masakan udang, ikan, undur-undur laut, dan makanan khas lainnya.
Lokasi kedua adalah Hutan Mangrove. Di sini kami dapat berkeliling melalui jembatan Api-api  yang dibangun dengan kayu dan bambu. Jembatan ini sangat unik, hanya dengan material kayu dan bambu serta dibuat bertingkat. Jembatan bagian atas digunakan untuk wisatawan yang akan masuk ke Hutan Mangrove, sedangkan jembatan bawah digunakan untuk wisatawan yang pulang dari Hutan Mangrove. Karena cuaca yang terik, kami bergegas untuk berpindah ke lokasi ketiga yaitu Waduk Sermo.
Di Waduk Sermo, kami disuguhi waduk nan luas dengan hamparan pepohonan menghijau yang mengelilingi waduk. Destinasi ini menyajikan keindahan panorama waduk, lengkap dengan kapal-kapal yang dapat disewa untuk mengelilingi waduk. Tidak lupa di lokasi ini, kami menunaikan sholat ashar dan berfoto bersama. Di bawah ini adalah foto bersama sebagian peserta wisata dengan view bukit di Waduk Sermo.
D:\work\Gemi\artikel\piknik.jpg
Pukul 16.20, kami bersiap untuk pulang. Diwarnai dengan canda tawa ibu-ibu dalam bis dengan panitia, menjadi moment tersendiri bagi kami hingga tiba di kantor kembali. Semoga yang kami lakukan ini akan memperkuat tali silaturahim antara anggota, manajemen dan karyawan Koperasi GEMI. Semoga tulisan ini bermanfaat (DS).
Gemi.co.id - Pada pekan lalu tepatnya tanggal 2 Oktober 2016 GEMI cabang Bantul telah melaksanakan program Bazar dan Pengajian untuk dhuafa yang dimulai dari pukul 10.00-12.00. Selain bazar dan pengajian, panitia juga menyelenggarakan pembagian sembako untuk janda dan pemeriksaan kesehatan secara gratis.


Sebagian peserta berfoto bersama

Antusiame dari warga sangat besar terkait pemeriksaan kesehatan yang diadakan kali ini, apalagi target utama peserta yang direncanakan adalah mayoritas ibu-ibu anggota GEMI lanjut usia. Adapun fokus pengajian yang diangkat oleh panitia penyelenggara adalah “Mempersiapkan Bekal Akhirat”. Tema ini dipilih selain sebagai sarana untuk saling mengingatkan sesama muslim, yang lebih penting yaitu bagaimana kita mempersiapkan bekal untuk ke akhirat.

Peserta yang 99% adalah ibu-ibu tentu sangat senang ketika mengetahui adanya sembako murah bahkan gratis, sehingga agenda seperti ini sangat dinanti dan diharapkan diadakan kembali dikemudian hari. Semoga GEMI semakin sukses dan terus memberi manfaat bagi anggota dan masyarakat.(GEMI,DS)


Beberapa hari yang lalu telah berlangsung agenda studi banding antara koperasi baru dari Yayasan Ribatul Ukhuwah Tegal ke Koperasi Syariah GEMI Yogyakarta, tepatnya pada tanggal 27-29 September 2016. Ini adalah kali kedua tim tersebut bertandang ke GEMI setelah kunjungan mereka pada tahun 2015. Koperasi ini merupakan pendatang baru yang dirintis satu setengah tahun yang lalu dan belum memiliki nama resmi.

Ada empat delegasi yang berpartisipasi dalam studi banding ini, yaitu: Pak Isya Imanuddin, Pak Fredy, Bu Warjiyem, dan Bu Siyami. Tujuan utama dari studi banding kali ini adalah untuk pematangan konsep di lapangan, sekolah untuk anggota, dan administrasi. Maka, selama tiga hari kunjungan, tim banyak terjun ke kantor cabang dan langsung berinteraksi dengan fasilitator dan anggota GEMI di lapangan. 

Di hari kedua, kunjungan dilanjutkan oleh dua orang dari tim, yaitu: Pak Fredy dan Bu Siyami. Pada wawancara di akhir kunjungan, Pak Fredy mengemukakan bahwa kunjungan kali ini sangat berkesan. “Saya diajak ke rembug bersama Pak Gaib dan bertemu dengan ibu-ibu. Saya belajar cara transaksi di lapangan dan melakukan uji kelayakan. Mereka sangat senang dengan kedatangan saya, bahkan teman-teman (GEMI) cabang Bantul mengajak saya untuk mendaftar menjadi karyawan dan bekerja di sini,” tutur Pak Fredy dengan tawa dan keceriaan khas beliau yang sumringah.

Berbeda lagi dengan Bu Siyami, beliau mengatakan bahwa banyak ilmu yang didapat selama kunjungannya di sini. “Sejak hari pertama hingga hari terakhir, banyak sekali ilmu yang saya dapatkan selama mengikuti sekolah tiga hari ini: belajar administrasi, akad, bahkan ada ujian tertulis untuk kami berdua dan kami tidak boleh saling mencontek. Di sisi lain, saya juga belajar dari beberapa sosok seperti Bu Ekan, Bu Suni, Bu Tini, dan staf lainnya, yang semangatnya luar biasa. Saya merasa sangat beruntung dapat berkunjung ke sini dan dipertemukan dengan orang-orang baik yang berkenan membantu kami,” kata Bu Siyami.

Bu Ekan sebagai kepala koperasi banyak mengajak bertukar pengetahuan dengan Pak Edi dan Bu Ami, bahwa dalam merintis usaha koperasi perlu adanya kerjasama dari berbagai pihak. Niat yang lurus juga akan memberikan dampak positif bagi ummat dan koperasi itu sendiri hingga nanti akan banyak investor yang berdatangan. “Intinya, kapanpun Bapak Ibu membutuhkan bantuan maupun pertanyaan, silakan kontak kami. Kami siap membantu,” ujar Bu Ekan dengan hangat.

Bapak Fredy(kiri), Ibu Siyami(tengah) dan Ibu Ekan(kanan)
Foto di atas diambil beberapa saat sebelum tim dari Yayasan Ribatul Ukhuwah Tegal pulang pada Kamis malam, didampingi Bu Ekan selaku Kepala Koperasi GEMI di kantor GEMI yang baru di Jalan Veteran No.57 Warungboto Umbul Harjo Yogyakarta.

Demikianlah kunjungan selama tiga hari yang dilalui. Tim sangat senang dan berharap bisa menjalin kerja sama yang berkelanjutan. Dua hari pasca kunjungan, kami mendapat kabar dari mereka bahwa selama dua hari tersebut ada tiga kelompok baru yang mau bergabung dan tim siap mengaplikasikan hal-hal yang telah didapat dari GEMI.





Pada hari Ahad, tanggal 25 Oktober 2015  PT. Bank Syariah Mandiri KCP Wonosari dan LAZNAS BSM mengadakan khitanan massal yang diadakan di MTS Muhammadiyah Wonosari, Gunungkidul. 

GEMI Gunungkidul sebagai mitra PT. Bank Syariah Mandiri KCP Wonosari mendapatkan kesempatan untuk mengirimkan anak anggota GEMI sebagai peserta, khususnya yang di area Gunungkidul. 

Walaupun di bulan Muharram, menurut mitos orang Jawa adalah pantangan untuk melaksanakan khitanan. Alhamdulillah dari anak anggota GEMI pada kesempatan ini ada 3 anak yang menjadi peserta yaitu Rangga Aditya Putra, Ibnu Nur Widiyanto, Noval Bima Saputra semuanya dari Kecamatan Karangmojo. 

Semoga khitanan Massal ini bisa meringankan beban ekonomi Keluarga anggota GEMI dan bisa menjadi sarana ibadah bagi semua pihak yang mensukseskan acara ini. (uum/GEMI GK).

Menteri Pendidikan Bapak Anis Baswedan diapit oleh  Pak Much. Maskuri dan Pak Wawan Andriyanto, dari LKMS GEMI


PBMTI (Perhimpunan Baitul Maal wa Tamwil Indonesia) melaksanakan kegiatan Launching “Bangga Koperasi di Bumi Perkemahan Cibubur Jakarta, pada tanggal 6- 8 Oktober 2015. Kegiatan ini diikuti oleh 561 BMT anggota PBMTI yang tersebar di hamper seluruh Indonesia. 

Acara ini dihadiri oleh sekitar 2.000 orang, sebagai perwakilan dari BMT-BMT yang bergabung dalam PBMTI. LKMS GEMI, sebagai anggota PBMTI, hadir di acara ini diwakili oleh Ekantini Puji Basuki (Direktur GEMI), Rohmiati (Bidang Tamwil), serta Much. Maskuri (Dewan Pengawas) dan Wawan Andriyanto (Dewan Pengawas Syariah). 

Kegiatan “Launching Bangga Koperasi” diikuti dengan beberapa agenda kegiatan lainnya yang tidak kalah penting, yaitu Pemilihan Wali Amanat dan Ketua Umum PBMTI dan Pembahasan gerakan Tamwil dan Maal ke depan. 

Acara Inti Launching Gerakan “Bangga Koperasi” diresmikan di Gedung Smesco Kantor Kementerian Koperasi dan UMKM yang dihadiri oleh 2 Menteri, yaitu Menteri Koperasi dan UMKM, Bapak Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Bapak Anis Baswedan. Sedangkan Dalam Pemilihan Wali Amanat, terpilih Bapak Joelarso sebagai Ketua Umum PBMTI.

Sedangkan dalam agenda Pembahasan gerakan BMT dibagi menjadi dua komisi besar, yaitu komisi tamwil dan komisi maal. Dalam agenda tersebut menghasilkan butir-butir rekomendasi, yaitu;

Rekomendasi Untuk Semua BMT

    1.      Mewajibkan semua BMT anggota PBMTI untuk memiliki minimal 1 orang SDM untuk mengelola Baitul Mall secara full time paling lambat januari 2016.
 
   2.      Bagi BMT yang sudah mengelola Baitul Maal minimal 5 tahun, wajib memiliki staf yang focus pada program pemberdayaan.

    3.      Mewajibkan karyawan BMT untuk membayar zakat di Baitul Maal BMTnya masing-masing

   4.      Menuntaskan program wakaf Gedung PBMTI paling lambat 2016 di bawah koordinasi pimpinan BMT masing-masing

   5.      Membentuk MKU (Membangun Keluarga Utama) rumpun pegawai dan MKU rumpun  Anggota minimal masing-masing 1 rumpun di tiap BMT di tahun 2016.

   6.      Mendorong BMT yang sudah mengelola Baitul Maal untuk mendaftarkan diri menjadi nazhir wakaf uang.

Rekomendasi Untuk Pusat

1.      Mendorong PBMT Ventura menjadi LKS PWU (Lembaga KEuangan Syariah Penerima Wakaf Uang).

     2.      Memperkuat struktur organisasi baitul Maal BMTI Pusat

    3.      Membentuk “PBMT Rescue” sebagai unit yang mengoordinasikan aktivitas penanganan bencana alam di komnitas PBMT.

   4.      Penggunaan merk dan logo “PBMT Baitul Maal” yang konsisten di semua tingkat dengan membolehkan pencantuman identitas wilayah atau daerah

   5.      Membangun Database Baitul Maal Anggota PBMTI Menyusun BUku PEdoman Standart Pengelolaan Baitul Maal.

    6.      Mengesahkan Buku Panduan MKU (Membangun Keluarga Utama)

   (AAr)


Rapat Anggota Tahunan Koperasi Serba Usaha Gerakan Ekonomi Kaum Ibu (GEMI) untuk Tahun 2014, diadakan pada tanggal 13 Maret 2015. Acara bertempat di Goeboeg Resto, sebuah restoran yang beralamatkan di Kompleks Ruko Tandan Raya, Perempatan Ringroad Jalan Wonosari, Ketandan, Bantul. 

Rapat ini diadakan sebagai Laporan Pertanggungjawaban Pengurus dan Pengawas Koperasi GEMI terhadap kinerjanya selama tahun 2014. Dalam RAT ini, pengurus GEMI membagikan buku kecil yang berisi laporan pertanggungjawaban GEMI, dari tahun 2010 sampai 2015, untuk memberikan gambaran tentang perkembangan koperasi GEMI dari kurun waktu sekian.


Acara Rapat Anggota Tahunan ini, dihadiri oleh puluhan Pengurus GEMI dan Anggotanya, serta mengundang beberapa perwakilan dari Pemerintah, yaitu dari Disperindagkop Kota Yogyakarta dan Disperindagkop Propinsi DIY, serta Ketua Puskowan Dewi Kunthi.

Acara ini dibuka pada pukul 9 pagi, dengan menyanyikan Mars Koperasi, serta beberapa sambutan yang diisi oleh Ketua Pengurus GEMI, Ekantini Pujiastuti, kemudian dilanjutkan dengan pengarahan dari Kepala Disperindagkop Kota dan Propinsi.  Kemudian dilanjutkan dengan Pembahasan Laporan Pertanggungjawaban Pengurus GEMI dan Pembahasan Laporan Pertanggungjawaban Pengawas. Kemudian dilanjutkan dengan Rancangan Program Kerja.