Pentingnya Pemberdayaan Masyarakat
Unknown
01.06
0
Sebuah pesan
dari sebuah ayat: “Laa yughoyyirullahu
biqoumin hatta yughoyyiru maa bi anfusihim”, Allah tidak lah merubah nasib
suatu kaum sebelum kaum tersebut merubah apa-apa yang ada dalam dirinya. Pesan
dari ayat ini mengisyaratkan tentang inti dari sebuah perubahan, yaitu dimulai
dari menggerakkan apa-apa yang jadi potensi diri kita. Ini lah yang disbeut
dengan “Pemberdayaan” atau dalam Bahasa Inggris dikenal dengan istilah “Empowering”.
Dalam kegiatan
Empowering, elemen utama dalam pemberdayaan adalah masyarakat itu sendiri,
bukan fasilitator. Tugas fasilitator hanya lah sebagai pendorong, agar semua
bakat dan potensi yang ada pada diri masyarakat muncul. Oleh karena itu,
kegiatan pemberdayaan bisa dikatakan berhasil jika, masyarakat berinisiatif
melakukan kegiatan, baik kegiatan social atau kegiatan usaha, untuk memperbaiki
situasi dan kondisinya sendiri.
Kegiatan
Pemberdayaan Sosial, membutuhkan stimulasi. Stimulasi bisa berupa pelatihan
maupun modal. Dengan pelatihan, masyarakat memperoleh pengetahuan hendak kemana
mereka melangkah, dan bagaimana prosesnya. Sedangkan dengan modal, mereka dapat
bergerak melakukan perubahan dengan kemampuan finansial yang mereka miliki.
Banyak terjadi
kekeliruan pemahaman, bahwa proses pemberdayaan adalah proses pemberian hibah. Dalam
metode pemberian hibah, tak banyak perubahan yang terjadi. Masyarakat relatif terjadi
perubahan jika diberikan dana pinjaman. Seperti dalam pemberdayaan masyarakat
kecil di Bangladesh oleh Grameen Bank yang diinisiasi oleh Muhammad Yunus,
peraih Nobel Perdamaian.
Hal ini terjadi
Karena dengan dana pinjaman, mereka dapat bertanggungjawab, punya inisiatif,
dan punya motivasi untuk mengembalikan jumlah pinjaman yang mereka terima. Beberapa
bantuan dana modal berupa hibah dari pemerintahan, banyak yang mengalami
kegagalan.